BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Praktek Kerja
Lapangan (PKL) merupakan salah satu kurikulum yang harus ditempuh oleh
mahasiswa FKIP PTK/Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Nusa Cendana, selain
untuk memenuhi kewajiban akademik, diharapkan kegiatan PKL dapat menjadi
jembatan penghubung antara dunia kerja dan dunia pendidikan serta dapat
menambah pengetahuan tentang dunia industry sehingga mampu bersaing di dunia
industri.
Mengingat mutu
pendidikan merupakan unsur utama yang menjadikan dunia lebih maju, dan menciptakan
sumber daya manusia yang berkualitas ,
maka kegiatan Praktek Kerja Lapangan dapat melatih dan mendidik mahasiswa untuk masuk dalam dunia kerja.
Praktek Kerja
Lapangan merupakan suatu kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu
tempat yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ditekuninya dalam waktu tertentu.
Praktek Kerja Lapangan juga dapat membantu mahasiswa untuk dapat lebih memahami
bidang ilmu yang ditekuninya dan mendapatkan gambaran nyata pengimplementasian
/ pelaksanaan ilmu yang didapatnya di perkuliahan dengan
permasalahan dilapangan yang sebenarnya
Pembangunan
sangat berperan penting di dalam kehidupan kita, dan fungsi dari bangunanpun
sangat mempengaruhi ruang gerak dan kesibukan bagi setiap individu atau manusia
pada umumnya. Hampir sebagian besar hidup kita berada di sekitar bahkan di
dalam bangunan/gedung itu sendiri, seperti perumahan, kantor, persekolahan, pabrik dan
lain sebagainya. Oleh karena itu tidak heran dewasa ini pembangunan fisik di
negara kita kian meningkat oleh karena pertambahan penduduk yang sangat pesat
dan di sisi lain tuntutan kebutuhan akan fungsi dari bangunan itu sendiri.
Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana mendirikan suatu bangunan
menjadi efisien dan bagaimana teknik pelaksanaannya
Menyinggung dari
masalah bangunan/gedung tidak terlepas dari elemen-elemen yang berada pada bangunan
tersebut seperti atap, palat, balok, kolom, tangga, serta pondasi.Dimana
elemen-elemen tersebut haruslah dapat memikul beban yang diterima.
Pekerjaan pondasi
merupakan hal pokok yang harus diberikan perhatian yang cukup, karena kekuatan
dari sebuah bangunan utamanya ialah dari struktur paling bawah yaitu
Pondasi.Untuk itulah dalam pekerjaan pondasi dibutuhkan rencana yang baik,
benar dan tepat agar bangunan yang direncanakan dapat dibangun dengan kuat,
kokoh dan indah, serta ekonomis.
Sesuai dengan uraian di atas maka penulis membuat laporan mengenai
pekerjaan pondasi dan struktur beton pada proyek pembangunan gedung Auditorium Universitas
Nusa Cendana Kupang, sesuai dengan praktek kerja lapangan yang dilakukan pada
proyek tersebut.
Gedung ini
dibangun dalam area/kawasan Universitas Nusa Cendana dengan total Nilai Proyek
sebesar Rp. 23.545.414.000,00,-
( Dua Puluh Tiga Milyar Lima Ratus Empat
Puluh Lima Juta Empat Ratus Empat Belas Ribu Rupiah
B.
Maksud dan Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
1
Maksud dari PKL adalah :
Maksud kegiatan
Praktek Kerja Lapangan (PKL) yaitu agar mahasiswa dapat terlibat secara
langsung dalam manajemen proyek maupun proses konstruksi yang terjadi dalam
suatu proyek konstruksi bangunan. Sehingga mahasiswa dapat membandingkan,
menganilisis dan menggabungkan ilmu yang didapat dalam perkuliahan dan ilmu
yang didapat dilapangan.
2
Tujuan dari PKL adalah :
a) Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami proses manajemen
yang berlangsung dalam suatu proyek konstruksi.
b) Agar mahasiswa dapat mengetahui tahapan-tahapan konstruksi sebuah bangunan.
c) Agar mahasiswa dapat mengetahui arti pondasi dan proses
pekerjaan pondasi.
d) Agar mahasiswa dapat mengetahui RAB yang dibutuhkan dalam
pembuatan Gedung Pendidikan
dan Laboratirium Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
e) Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi atau peranan controling terhadap
pencapaian tujuan proyek.
C.
Waktu Dan
Tempat Pelaksanaan
Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Praktek Kerja Lapangan dimulai
tanggal 12 Oktober 2013 sampai tanggal 12 Desember 2013. Dimulai dengan melapor diri pada kantor PP, peninjauan lokasi, dan
pelaksanaan praktek kerja lapangan.
1. Waktu
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini
dilaksanakan selama 2
(dua) bulan,
terhitung mulai tanggal 12 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 12 Desember 2013.
2.
Tempat
pelaksanaan
Proyek : Proyek Pembangunan Gedung Auditorium UNDANA
Jenis
Pekerjaan :Pekerjaan Pondasi dan Elemen Struktur
Kolom dan
Sloof
Lokasi :Kampus
Undana jl. Adisucipto, Penfui-Kupang.
Kontraktor :PT. Waskita Karya
Jenis
bangunan :Bangunan 5 lantai
D.
Pembatasan
Masalah
Adapun pemebatasan masalah
yang penulis buat ialah hanya meliputi tugas-tugas yang diberikan oleh
pembimbing PKL di Perusahaan Waskita Karya, yaitu “Pekerjaan Pondasi, struktur, dan
landscape”
1
Bagaimana metode pelaksanaan
pekerjaan Pondasi di lapangan. Metode pelaksanaan
pekerjaan Pondasi Pile Cape meliputi:
a)
Pekerjaan pengukuran/survey
b)
Pekerjaan pengeboran tanah
pondasi
c)
Pekerjaan pembesian Bore Pile
d)
Pekerjaan pengecoran Bore
Pile
e)
Pekerjaan Pile
Cape
2
Bagaimana metode pekerjaan
Kolom dan Sloof beton, metode pelaksanaannya meliputi:
a)
Pekerjaan pembuatan bekesting
b)
Pekerjaan pembesian kolom dan
sloof
c)
Pekerjaan pengecoran sloof
d)
Pekerjaan pengecoran kolom
E.
Metode
Penulisan
Dalam proses
menyelesaikan penulisan laporan ini penulis menggunakan 5 jenis metode yaitu:
1.
Metode observasi
Metode observasi ialah metode
pengamatan langsung Dilapangan terhadap proses pelaksanaan kerja di proyek
untuk memperoleh data pelaksanaan teknis di lapangan.
2.
Metode wawancara
Metode wawancara ialah metode pengumpulan data-data dilakukan
langsung di lapangan dengan cara mewawancarai ataupunbertanya langsung ke pihak
pelaksana, pembimbing lapangan, pengawaslapangan ataupun para pekerja.
3.
Sampel
Dalam metode pengambilan data, penulis diijinkan untuk mengambil /
mengcopy beberapa dokumen dan gambar kerja berhubungan dengan data proyek.
4.
Metode kepustakaan
Metode ini dilakukan dengan
mencari buku-buku dan sumber lain untuk digunakan sebagai acuan atau referensi
penulisan tugas akhir ini.
5.
Metode dokumentasi
Metode ini dilakukan dengan
cara pengambilan foto di lapangan untuk keperluan pengumpulan data dan untuk melengkapi isi laporan ini.
F.
Tinjauan Pustaka
Wujud bangunan seperti manusia, terdiri dari
tiga komponen pendukung : kaki, badan dan kepala. Pondasi merupakan kaki
bangunan, badan bangunan terdiri dari struktur penopang, dinding dan
pembukaannya, sedangkan kepala dari bangunan adalah atap, yang terdiri rangka
atap dan penutupnya.
Pondasi adalah bagian bangunan yang berada paling bawah,
berfungsi untuk memikul seluruh beban bangunan dan meneruskannya ke tanah dasar
(Joseph E.
Bowles : 1997).Beban bangunan yang dipikul oleh pondasi terdiri
beban mati dan beban berguna. Beban mati terdiri dari : berat atap, plafon,
lantai, dinding, kolom, balok, sloof, dan berat pondasi itu sendiri. Beban
berguna yaitu: muatan pemakai bangunan, perabot, muatan angin, dan beban gempa.
Macam pondasi dapat dibedakan menurut beban
yang bekerja, kondisi tanah, bentuk konstruksi, keadaan lapangan, dan bahan
yang digunakan.
1.
Menurut beban yang bekerja, dibedakan sebagai
pondasi titik, pondasi garis (menerus) dan pondasi momen.
2.
Pondasi titik untuk mendukung beban titik
seperti kolom dan tiang berbentuk umpak atau pelat beton.
3.
Pondasi garis, yang sering disebut pondasi
menerus, mendukung beban berbetuk garis, digunakan untuk pondasi dinding.
4.
Pondasi momen mendukung beban dan gaya momen
atau puntir bebas, berbentuk pelat kaki dengan sisi yang tidak sama lebar.
5.
Menurut kondisi tanah, pondasi dibedakan
menjadi pondasi dangkal dan pondasi dalam.
a)
Pondasi dangkal yaitu pondasi yang diletakkan
pada tanah dasar yang relatif dangkal, pada umumnya dengan kedalaman pondasi
tidak lebih dari 3 m.
b)
Pondasi dalam terletak pada kedalaman tanah
yang lebih dari 4 m. Pondasi dalam sering menggunakan konstruksi pondasi tidak
langsung.
6. Menurut bentuk
konstruksinya, pondasi dibedakan menjadi pondasi langsung dan pondasi tak
langsung.
a) Pondasi langsung
yaitu pondasi yang langsung terletak pada tanah dasar, sama dengan pondasi
dangkal.
b)
Pondasi tak langsung yaitu pondasi yang
diletakkan pada sub konstruksi pendukung perantara, seperti tiang pancang dan
sumuran, untuk mencapai dasar tanah yang kuat.
7.
Menurut keadaan topografinya dibedakan
menjadi pondasi datar dan pondasi bertangga.(Ralph
B. Peck, Walter E. Hanson dan Thomas H. Thornburn : 1996).
Macam pondasi menurut bahan yang digunakannya:
a) Pondasi kayu (Cerucuk)
Pondasi kayu sering
digunakan pada tanah lumpur dan rawa pada konstruksi bangunan sederhana.
b) Pondasi batu bata
Pondasi batu bata sering
digunakan untuk pondasi rumah di desa-desa.
c) Pondasi batu belah
Pondasi batu belah banyak
digunakan di Indonesia, karena batu belah kuat menahan gaya tekan tetapi kurang
kuat menahan beban momen.
d) Pondasi pelat beton bertulang
Pondasi pelat beton
bertulang sampai saat ini paling banyak dipergunakan untuk bangunan bertingkat,
karena sangat efektif untuk mendukung beban berat dan beban momen.Bahan beton
kuat menahan desak, dan besi tulangan kuat menahan tarik.
e) Pondasi sumuran
Pondasi sumuran digunakan
untuk bangunan yang berdiri pada tanah urugan atau berlumpur.
f) Pondasi tiang bor
Pondasi tiang bor digunakan
untuk mendukung beban bangunan yang berat.
g) Pondasi tiang pancang (Pile Cap)
Pondasi tiang pancang (pile
cap) dibuat untuk mendukung beban bangunan yang berat pada tanah keras yang
dalam.Tiang pancang dapat dibuat dari balok kayu, baja, dan beton bertulang.
h) Pondasi cakar ayam
Prinsip pondasi cakar ayam
yaitu memanfaatkan gaya angkat ke atas (tegangan permukaan), yang terdapat pada
tanah lembek, sebagai daya dukung utama pondasi.
i) Sloof pondasi
Sloof berfungsi untuk menyatukan
pondasi dan meratakan tekanan beban bangunan pada muka pondasi.(H.
Sumarjo : 2007).
BAB II
MANAJEMEN PROYEK
A.
Pengertian
Manajemen Proyek
Manajemen
berasal dari kata dasar To Manage,
dan berasal pula dari bahasa latin ”Managiore”
dan “Agare” yang berarti tangan dan
melaksanakan.
Berdasarkan
asal katanya maka para ahli atau pakar mendefinisikan manajemen sebagai berikut
:
1
Koonts
dan Donnel yang dikutip dari Aldag, 1987 menyatakan bahwa manajemen berhubungan
dengan pencapaian suatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang lain.
2
Pollet
dikutip dari Bambang Mulyono, 1995 mengatakan bahwa Manajemen sebagai seni
untuk melaksanakan pekerjaan melalui orang lain.
3
Terry
dikutip dari A.B Siregar, 1987 berpendapat bahwa Manajemen adalah Proses yang
membeda-bedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan
pengendalian, dengan memanfaatkan ilmu dan seni agar tujuan yang telah
ditetapkan dapat tercapai.
4
Prof.
Aroef dikutip dari A.B Siregar, 1987 mengemukakan bahwa Manajemen adalah
sekumpulan orang yang memiliki tujuan bersama, dan bekerja sama untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
5
Taylor (1988),
menjelaskan asal katanya. Manajemen berasal dari kata dasar to manage yang
berasal dari kata latin manigare dan agare yang artinya tangan
dan melaksanakan
(melakukan). Sedangkan proyek adalah rangkayan kegiatan yang
mempunyai dimensi waktu, biaya dan fisik yang tidak berulang.
6
John F. Mee
(2005) Manajemen Konstruksi membuat
definisi yang lebih luas mengenai Manajemen sebagai berikut :" Manajemen
ialah suatu seni keahlian untuk memperoleh hasil maksimal dengan usaha yang
minimal dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan baik pimpinan
maupun para pekerja serta memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada
masyarakat."( I.Made
Ngurah I. Narendra : 2006)
Sedangkan pengertian proyek menurt
Ir. Iman Soeharto, 1997 adalah kegiatan sekali lewat dengan Waktu dan Sumber
Daya terbatas untuk mencapai hasil akhir yang telah ditentukan.
Dari definisi-definisi diatas maka
dapat disimpulkan bahwa Manajemen Proyek adalah suatu kegiatan yang dilakukan
secara terencana untuk mencapai suatu tujuan yang konkrit dan harus
diselesaikan dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang
terbatas.
Fungsi dasar Manajemen Proyek terdiri
dari :
a) Pengelolaan
Lingkup Proyek
Lingkup proyek adalah total jumlah
kegiatan atau pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk yang
diinginkan oleh proyek tersebut
b) Pengelolaan
Waktu dan Jadwal
Waktu atau jadwal merupakan salah satu sasaran
utama proyek, sehingga keterlambatan akan mengakibatkan berbagai bentuk
kerugian. Misalnya penambahan biaya, ataupun kehilangan kesempatan produk
memasuki pasaran.
Pengelolaan waktu ini meliputi: perencanaan, penyusunan
dan pengendalian jadwal.
a) Pengelolaan
Biaya
Pengelolaan biaya
meliputi segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antara dana dan kegiatan
proyek. Agar pengelolaan biaya bisa efektif, terutama dalam aspek perencanaan
dan pengendalian biaya proyek, maka disusun bermacam-macam teknik atau metode.
Misalnya teknik penyusunan anggaran
biaya proyek ataupun konsep nilai hasil.
b) Pengelolaan
Kualitas dan Mutu
Mutu dalam kaitannya
dengan proyek diartikan sebagai pemenuhan syarat untuk penggunaan yang telah
ditentukan.
B.
Pihak-Pihak Yang Terlibat Dalam Proyek Konstruksi
Secara umum
pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi ada 4 kelompok :
1.
Pemberi
Tugas
Yaitu pemilik proyek/owner yang menginginkan atau
memerlukan suatu fasilitas proyek yang akan didirikan. Pemberi tugas dapat berupa : Perorangan, Pihak Swasta
atau Pemerintah yang memiliki staf teknik, dan Pemerintah Pusat atau Daerah.
Pada Proyek Pembangunan Gedung Auditorium
Universitas Nusa Cendana yang menjadi Pemberi Tugas adalah : Rektor Universitas
Nusa Cendana Kupang.
Adapun tugas dan tanggung jawab dari
Pemberi Tugas adalah :
a) Menentukan pilihan dan mengambil keputusan atas rencana
dan konstruksi-konstruksi yang diusulkan oleh para Konsultan.
b) Memberi informasi-informasi yang diperlukan sehubungan
dengan perencanaan proyek tersebut.
c) Menyediakan atau membayar sejumlah biaya yang diperlukan
untuk terwujudnya suatu pekerjaan bangunan.
d) Menerima dan meyetujui pekerjaan yang telah dilaksanakan
kontraktor.
2.
Kelompok
Konsultan
Kelompok konsultan meliputi :
a)
Konsultan Perencana,
Adalah badan usaha atau perorangan yang merencanakan dan
memberikan nasehat atau ide-ide tentang sebuah bangunan berdasarkan keahlian
yang dimilikinya serta jasa lainnya sehubungan dengan perencanaan pembangunan.
Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah :
§ Merencanakan dan menyelesaikan proyek sebaik mungkin dengan memenuhi semua
persyaratan yang telah ditentukan.
§ Bekerjasama dengan pemberi tugas terutama dalam perkembangan proyek atau
jika terdapat perubahan terhadap rencana semula.
§ Perencana bersama-sama dengan pengawas mengadakan serah terima pada saat
proyek selesai.Yang menjadi Konsultan Perencana dalam Proyek Pembangunan Gedung
Auditorium
Unuversitas Nusa Cendana adalahPT. TITIMATRA TUJUTAMA.
b)
Konsultan Pengawas
Adalah badan usaha atau perorangan
yang berdasarkan pemberian tugas melaksanakan pengawasan selama jalannya suatu
pekerjaan. Tugas konsultan pengawas yaitu :
§
Mengadakan
pengawasan utama dalam pelaksanaan pekerjaan
§
Memelihara
dan menyetujui gambar kerja yang dibuat oleh kontraktor
§
Mengawasi
dan menguji bahan-bahan yang digunakan
Pada proyek Pembangunan Gedung Auditorium
Unuversitas Nusa Cendana yang menjadi pengawasnya
adalah PT.
BINA KARYA (Persero)
c)
Kontraktor Pelaksana
Adalah perusahaan perorangan atau
perkumpulan berbadan hukum yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pembangunan.
Dalam pelaksanaan proyek ini yang menjadi kontraktor utamanya adalah PT. WASKITA KARYA (Persero). Tbk yang proses tendernya melalui pelelangan oleh Pemilik
Proyek.
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
§
Membuat
jadwal pengadaan peralatan serta menyediakan sarana pembantu lainnya.
§
Pelaksanaan
pekerjaan sesuai kontrak, Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) dan peraturan
lain yang telah ditetapkan.
§
Membuat
jadwal pengadaan bahan pada setiap pengiriman bahan bangunan yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan.
§
Bersama-sama
dengan konsultan pengawas melaksanakan pemeriksaan atas pekerjaan yang telah
diselesaikan
§
Menjamin
keamanan dilapangan serta keselamatan kerja semua orang baik pekerja/pengunjung
yang berkepentingan dalam proyek.
§ Membayar
pajak, asuransi, izin bangunan sesuai kontrak.
§
Menyerahkan
pekerjaan bila pekerjaan telah selesai atau dapat pula diserahkan perbagian
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3.
Pihak-Pihak
Yang Berwenang
1. Universitas
Nusa Cendana
Dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Auditorium Univesitas Nusa
Cendana yang dikelola oleh suatu tim manajemen, yang
dipimpin oleh kepala proyek. Dibantu
oleh kepala teknik, kepala lapangan, kepala personalia dan keuangan, kepala
logistik dan peralatan ditambah tenaga-tenaga staf lainnya.
Berikut adalah struktur Organisasinya
STRUKTUR
ORGANISASI LAPANGAN
PEMBANGUNAN
GEDUNG AUDITORIUM UNDANA KUPANG
Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian
adalah:
a) Kepala
Divisi
Tugas dan tanggung jawabnya:
Ø Sebagai pengelola perusahaan dalam bidang konstruksi.
b) Kepala
Proyek
Tugas dan tanggung jawabnya:
Ø Mengkoordinir, mendelegasikan dan mengontrol semua
kegiatan di proyek, baik dibidang administrasi, teknik atau program maupun
kegiatan produksi sesuai bagan organisasi
Ø Bertanggung
jawab sepenuhnya kepada kepala devisi
Ø Sebagai
wakil penyedia jasa dilapangan untuk melakukan negosiasi yang diperlukan dengan
penggunaan jasa, konsultan dan pihak terkait berwenang lainnya
c) Keuangan
Tugas dan tanggung jawabnya:
Ø Menyelenggarakan pengelolaan kas dan bank di proyek
Ø Mengendalikan penggunaan dana diseluruh organ proyek
Ø Merencanakan penerimaan dan pengeluaran uang guna
kelancaran produksi
Ø Menyajikan
informasi hutang piutang proyek
Ø Menyelenggarakan administrasi perpajakan, keuangan dan
akutansi
d) Logistik
Tugas dan tanggung jawabnya:
Ø Membantu kepala proyek untuk menangani urusan-urusan
logistik
Ø Menyediakan tempat material dan alat yang diperlukan
untuk pekerjaan tersebut
Ø Bertanggung jawab atas segala isi gudang baik keluar
maupun masuknya bahan-bahan yang ada.
e) Pelaksana
Mutu (Quality Control)
Tugas dan tanggung jawabnya:
Ø Membuat perencanaan pembuatan alat Bantu untuk
mengendalikan mutu dan kalibrasi alat
Ø Menyajikan
mutu proyek yang mutakhir
Ø Menyajikan standarisasi dan instruksi kerja yang terkait
fungsi “Quality Assurance”
Ø Menyajikan
sistim mutu dan memastikan pelaksanaan “Safetty
Engineering”
Ø Membina bawahan sesuai dengan arah perkembangan
perusahaan
Ø Menyelenggarakan kemutakhiran rencana mutu sesuai
prosedur yang telah ditetapkan
Ø Melaksanakan
cros audit dan audit mutu external secara berkala
Ø Menyelenggarakan
penyimpanan rekanan mutu
Ø Menyelenggarakan bimbingan dalam penerapan jaminan
kualitas termasuk kendali mutu dengan menggunakan statistik
Ø Melaksanakan pengawasan dengan mutu bahan, mutu peralatan
atau alat bantu dan mutu proses
f) Pelaksana
Tugas dan tanggung jawabnya:
Ø Melakuakan pekerjaan survey ulang kondisi lapangan dan
membandingkannya dengan dokumen kontrak
Ø Melakukan pekerjaan pembuatan gambar-gambar kerja sesuai
persyaratan dalam dokumen kontrak
Ø Melakuakan
re-design untuk bagian-bagian
pekerjaan yang dianggap perlu di re-design
Ø Mengajukan untuk memperoleh persetujuan dari pihak
pengguna jasa dan konsultan pengawas atas gambaran-gambaran kerja dan design
ulang sebagai validasi dalam pelaksanaan pekerjaan
Ø Membuat
metoda kerja detail dan Work Instruction
sesuai kebutuhan
Ø Membuat
perencanaan jadwal pelaksana
Ø Membuat
rencana material yang dibutuhkan
Ø Membuat
rencana peralatan yang dibutuhkan
Ø Membuat
rencana personil yang dibutuhkan
Ø Membuat
rencana request dan mekanismenya
Ø Melakukan pengawasan terhadap jadwal pelaksanaan secara
keseluruhan
g) Pelaksana
Pengukuran (Surveyor)
Tugas dan tanggung jawabnya:
Ø Pasang
patok (CL : Center Line)
Ø Pengukuran
polygon
Ø Pengukuran
sipat datar
Ø Menghitung
hasil-hasil pengukuran dari poin-poin diatas
BAB III
TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK
Dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi untuk proyek ini
diusulkan untuk mengikuti daftar urut yang diusulkan oleh kontraktor,
berdasarkan pertimbangan efisiensi dalam pelaksanaan yang telah disetujui oleh
pengawas, pengelola teknis dan pemimpin proyek.
A.
Pekerjaan Yang Dilakukan Sebelum Memulai Praktek Kerja
Lapangan
Dalam kegiatan praktek kerja lapangan
terlebih dahulu harus melaksanakan atau mengikuti prosedur berupa pengurusan
izin dari pihak-pihak antara lain :
i.
Ketua
Program Studi Teknik Bangunan memberikan surat izin kepada mahasiswa PTK yang
akan mengadakan praktek kerja lapangan pada Proyek yang dimaksud.
ii.
Surat
yang dikeluarkan oleh Ketua Program Studi diberikan kepada Dekan FKIP UNDANA,
selanjutnya Dekan FKIP mengeluarkan surat pengantar sebagai permohonan izin
kepada Pimpro UNDANA untuk mengadakan kegiatan praktek kerja lapangan pada
proyek yang dimaksud.
iii.
Selanjutnya
Mahasiswa yang mengikuti PKL menghubungi Pimpinan Proyek UNDANA untuk
mengadakan Praktek Kerja Lapangan pada Proyek tersebut.
B.
Pekerjaan Yang Ditinjau Oleh Mahasiswa PKL
Dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan
ini, telah dibagi 20 orang dalam atu kelompok untuk peninjauan pekerjaan proyek
terutama dalam Proyek Pembangunan Gedung Auditorium UNDANA. Dalam pekerjaan
proyek ini, kami akan mengkaji tentang sub
pekerjaan pondasi dan struktur pada lokasi Proyek Pembangunan Gedung Auditorium
UNDANA.
I.
Pekerjaan Galian Lubang Bor
Pile
Bore
pile adalah pondasi dalam yang kedalamannya lebih dari 2 meter .digunakan untuk
pondasi bangunan-bangunan tinggi dan tanah keras yang tidak memungkinkan untuk
melaksanakan pekerjaan pondasi tiang pancang. Beberapa keunggulan bore pile
ialah mobilisasinya mudah, tidak mengganggu lingkungan dengan getaran yang
dapat merusak/retak dinding bangunan sekitar proyek, pengoperasian alat
sederhana, dan memenuhi syarat teknik dan spesifikasi bangunan. Ukuran lubang
bore pile umumnya berdiameter,
a. Diameter
30 cm,
b. Ø
Dia 40 cm,
c. Ø
Dia 50 cm,
d. Ø
Dia 60 cm,
e. Ø
Dia 70 cm.
f.
Sedangkan pada proyek ini
ukuran lubang bore pile yang dibuat adalah Ø Dia 40 cm.
1) Bore Pile
Prosedur
pelaksanaan pekerjaan bore pile dapat diuraikan sebagai berikut
a)
Pekerjaan
persiapan
Ø
Persiapan
lahan untuk pengukuran dan pemasangan profil.
Ø
Pembersihan
lahan untuk merakit dan mendirikan mesin bor pada titik
yang akan di bor
Ø
Pembuatan sumur air bila di dekat lokasi tersebut
tidak terdapat air (untuk pengeboran dengan sistem wash boring).

Gbr.1
Ø
Pengadaan baksirkulasi (untuk pengeboran dengan sistem
wash boring).

Gbr 2.
Ø
Pengadaan material



Ø
Perakitan baja tulangan yang akan dipakai sebagai
tulangan bor pile.
b)
Pekerjaan
Galian/ pekerjaan pengeboran.
Pekerjaan galian
meliputi pengeboran Bore Pile, sebelum memasang bore pile, maka permukaan tanah
dibor terlebih dahulu menggunakan mesin
bor. Pengeboran tanah menggunakan mesin bor, mesin bor yang digunakan dalam
pekerjaan ini ialah Mini crane dan mesin bor hidrolis.
Jumlah
titik Bore Pile yang harus di gali / bor
pada proyek pembangunan Gedung Auditorium UNDANA ini berjumlah 346 titik bore pile yang terdiri dari 2 type Pile Cap yakni :
v
Type
Pile Cap 1 bejumlah 220 titik
v
Type
Pile Cap 2 berjumlah 126 titik
Diameter lubang
bore pile yang dikerjakan ialah 40 cm, kedalaman lubang bore pile dalam perencanaanya
ialah 8 m.
![]() |
![]() |
Proses pengeboran
menggunakan mesin bor Hidrolis
|
Proses pengeboran
menggunakan Mini Crane
|


c)
Pekerjaan
Pembesian untuk tulangan Bore Pile
Pekerjaan
pembesian / penulangan bore pile dimulai dari
v
Pengukuran tulangan,
v
Pemotongan tulangan,
v
Pembentukan
tulangan spiral,
v
Pembentukan
tulangan utama, dan
v
Perangkaian
tulangan spiral pada tulangan utama. Besi yang digunakan ialah besi D 13
(ulir) untuk tulangan pokok dan besi Ø
10(polos) untuk tulangan sengkang
spiral.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
d)
Pekerjaan
Pengecoran
Setelah
pekerjaan pengeboran dan pembesian telah selasai dikerjakan maka dilanjutkan
dengan pekerjaan pemasangan tulangan
yang telah dirangkai pada lubang bor pile yang telah dibersikan


Pemasangan tulangan Bore Pile
dan dilanjutkan dengan
pekerjaan pengecoran bor pile. Pada bor pile yang telah dicor, tulangan bore
pile dilebihkan ± 40 cm besi steak yang nanti digunakan sebagai pengikat struktural.




Pengecoran Bore Pile
Pengecoran Bore
Pile dengan mutu beton f’c 26,4 ( K 300 ). Kompisisi material dengan
perbandingan berat, untuk 1 m3,ddalam konversi job mix yang setara
dengan job mix di Lab sebagai berikut
v
PC =
413 kg / = 11 sak
v
Psr = 681 kg. / = 0.43 m3
v
Kerikil = 1021 kg /
= 0.8 m3
v
Air = 215 liter
Pengedukan beton
dilakukan dengan menggunakan mesin, yaitu diaduk menggunakan Concrete Mixer
Truck. Concrete Mixer Truck akan mengaduk campuran beton ready mix dan akan
mengangkut adukan beton dari tempat pencampuran beton ke lokasi pengecoran,
selama pengangkutan, mixer terus berputar dengan kecepatan 8-12 RPM agar beton
tetap homogen dan beton tidak mengeras.
Kemudian campuran beton yang telah matang di tuang kedalam lubang bore pile
yang telah diberi tulangan. Semua lubang bore pile yang telah berhasil dibor
akan dicor beton.
2) Pile Cap
Pile cap
merupakan salah satu konstruksi yang mengikat
pondasi sebelum didirkan kolom dibagian atasnya. Fungsi Pile Cap ialah sebagai
penerima beban dari kolom yang berada diatasnya kemudian diteruskan ke
masing-masing tiang dibawahnya, dimana masing-masing Pile 1/N dari beban oleh
kolom dan harus ≤ daya dukung yang diijinkan
(Y ton ) (N = jumlah kelompok Pile). Jadi beban maksimum yang bisa diterima
oleh Pile Cap dari suatu kolom adalah sebesar N x ( Y ton ).
Pile Cap
bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga
tidak menyebabkan beban tambahan pada pondasi, dan juga berfungsi untuk menahan
gaya geser dari pembebanan yang ada.
Bentuk dari Pile Cap bervariasi, dalam proyek ini ada dua jenis Pondasi Pile
Cap, yaitu Pondasi Pile Cap Type 1 dan Pile Cap Type 2.




a)
Pekerjaan
Bekesting Batako untuk pile Cap



Proses pemasangan bekisting Batako
untuk pile cap bekisting batako yang terpasang
Pekerjaan
bekesting bataco dimulai dengan pengukuran dan pemasangan bowplank, setelah itu
dilanjutkan dengan pemasangan bekesting bataco, bekesting dibuat dengan ukuran
2m x 2m x 1m untuk Pondasi Pile Cap Type 1, sedangkan untuk Pondasi Pile Cap
Type 2 berukuran 2,8m x 2m x 1m.
b)
Pekerjaan
Penulangan Pile Cap
Bekesting bataco
yang telah kering dan kuat maka sudah siap dipasang tulangan Pile Cap, tulangan
Pile Cap terdiri dari besi D 19.Tulangan dipotong dengan mesin pemotong
tulangan (TYC – D35) kemudian dibentuk menggunakan mesin pembentuk tulangan
(TYB H 242 A) dan juga menggunakan kunci besi.
Sebelum dipasang tulangan maka dibuat lantai kerja setebal 5 cm.
Perangkaian tulangan berbeda dengan tulangan untuk bore pile, tulangan langsung
dirangkai / diikat didalam Pile Cap. Tidak lupa juga dipasang beton Decking
(tahu beton) pada tulangan untuk menjaga jarak tulangan dengan bekesting.
![]() |
![]() |
Proses pemotonga tulangan dengan Mesin Pemotong Tulangan (TYC
– D35)
|
Proses pembentukan tulangan Mesin dengan Pembentuk Tul. (TYB
H 242 A)
|
![]() |
![]() |
Tulangan Pile Cape
yang telah dibentuk
|
Pemasangan Tulangan pada Pile Cap
|
![]() |
|
Pemasangan Tulangan pada Pile Cap
c)
Pekerjaan
Pengecoran
Setelah
pekerjaan pembesian telah selasai dikerjakan maka dilanjutkan dengan pekerjaan
pengecoran Pile. Mutu beton f’c 26,4 ( K 300 ) untuk 1 m3, komposisi material
PC = 413 kg = 11 zak
Ps = 681 kg. =
0.43 m3
Kerikil = 1021 kg ≤ 30 mm=0.8 m3
Air = 215 kg
Untuk sebuah Pile Cap
dibutuhkan material sebanyak :
Volume awal Pile
Cap = P x l x t
= 2 m x 2 m x 0.8 m
= 3.2 m3
Angka keamanan = 25 % x 3.2 m3
= 0.8 m3
Angka keamanan
dimaksudkan sebagai cadangan ketika terjadi kekurangan akibat kejadian tidak
terduga seperti tumpah, kebocoran
bekisting, dll.
Jadi Volume Pile
Cap = Volome awal + Angka
keamanan
=
3.2 m3 + 0.8 m3
= 4 m3
|
= Ps ;
681 x 4 = 2179.2 kg =1.72 m3
=
Kerikil ; 1021 x 4 = 3267.2 kg= 3.2 m3
=
Air ; 215 x 4 = 688 liter
Pengedukan beton
dilakukan dengan menggunakan Concrete Mixer Truck, Concrete Mixer Truck akan
mengaduk campuran beton hingga betul-betul matang, kemudian cempuran beton yang
telah matang akan dibawah ke tempat pengecoran, dan dalam pengangkutan Mixer
terus berputar agar beton tidak mengeras dan tidak terjadi perpisahan material
(segregasi), setelah itu pengecoranpun dapat dilaksanakan.
![]() ![]() |
Proses
Pengecoran Pile Cap
![]() |
d)
Pekerjaan
Timbunan
Pekerjaan
timbunan meliputi pekerjaan pengurukan tanah peninggi lantai, setinggi Pile
Cap.Tanah yang digunakan untuk penimbunan ialah tanah putih.

Tanah putih yang dipakai
untuk penimbunan

Proses pengangkutan material
(tanah putih) untuk penimbunan


Proses penimbunan menggunakan excavator
3)
Sloof
Sloof
adalah struktur dari bangunan yang terletak
diatas fondasi, berfungsi untuk meratakan beban yang diterima oleh
fondasi, juga berpungsi sebagi pengunci dinding agar apabila terjadi pergerakan
pada tanah dinding tidak roboh. Sehingga sloof sangat berperan sekali terhadap
kekuatan dari bangunan, bahan yang digunakan adalah beton dengan campuran 1
semen : 2 Pasir : 3 kerikil.
a)
Pekerjaan
Bekesting Batako
Bekesting untuk
sloof ini dibuat dari bataco dengan tinggi 0.5 m dan lebar bagian dalam 0.3 m.

b)
Pekerjaan
Pembesian
Tulangan yang
digunakan untuk tulangan sloof digunakan tulangan D 22 dan D 13 untuk tulangan
pokok sedangkan untuk tulangan sengkang digunakan tulangan Ø 10.
![]() |
![]() |
Ø
Pembesian
tulangan sloof lantai dasar
Perangkaian
tulangan dilakukan langsung di atas bekesting bataco, setelah semua sengkang
telah terpasang maka tulangan pun dapat dimasukan kedalam bekesting.
![]()
Perangkaian Tulangan Sloof
|
|
![]() |
![]() |
Tulangan Sloof yang telah terpasang
|
|
Ø
Pembesian
tulangan sloof lantai 2 dan seterusnya



c)
Pekerjaan
Pengecoran
Setelah
pekerjaan pembesian telah selasai dikerjakan maka dilanjutkan dengan pekerjaan
pengecoran sloof. Mutu beton f’c 26,4 ( K 300 ) untuk 1 m3, komposisi material ; PC = 413 kg = 11 zak
Ps = 681 kg. = 0.43 m3
Kerikil = 1021 kg ≤ 30 mm= 0.8 m3
Air = 215 kg
Untuk sloof
dengan panjang 1m, dibutuhkan material sebanyak :
Volume awal
sloof = P x l x t
= 1 m x 0.3 m x 0.5 m
= 1.5 m3
Angka keamanan = 25 % x 1.5 m3
= 0.375 m3
Angka keamanan
dimaksudkan sebagai cadangan ketika terjadi kekurangan akibat kejadian tidak
terduga seperti tumpah, kebocoran
bekisting, dll.
Jadi Volume Pile
Cap = Volome awal + Angka
keamanan
=
1.5 m3 + 0.375 m3
= 1.875 m3
Komposisi
Material =
PC ; 413 x 4 = 1321.6 kg = 44 m3
= Ps ; 681 x 4 = 2179.2 kg 1.72 m3
= Kerikil ; 1021 x 4 =
3267.2 kg = 3.2 m3
= Air ; 215 x 4 = 688 liter
Pengedukan beton
dilakukan dengan menggunakan Concrete Mixer Truck, Concrete Mixer Truck akan
mengaduk campuran beton hingga betul-betul matang, kemudian cempuran beton yang
telah matang akan dibawah ke tempat pengecoran, dan dalam pengangkutan Mixer
terus berputar agar beton tidak mengeras dan tidak terjadi perpisahan material
(segregasi), setelah itu pengecoranpun dapat dilaksanakan.
![]() |
![]() |
Proses
pengecoran sloof
|
|
d)
Pekerjaan
Timbunan
Pekerjaan
timbuna ialah menimbun tanah putih untuk ketinggian muka lantai yaitu
hingga elevasi ± 0.00 m.

Tanah putih yang dipakai untuk penimbunan


Pekerjaan
penimbunan kembali hingga rata dengan permukaan sloof
4)
Kolom


a.
Pekerjaan
Pembesian

Pekerjaan
pembesian kolom didalam pile cap yang belum dicor.
Pekerjaan
pembesian kolom dikerjakan sebelum pile cap dicor , pelaksanaan ini dimaksud
agar tulangan pembesian antara pile cap, dan kolom diikat saling kait sehingga
tidak terjadi pergeseran saat pengecoran pile cap maupun kolom.
b.
Pemasangan
Bekesting Kolom





c.
PekerjaanPengecoran


Proses pengecoran kolom hasil
dari pengecoran kolom
5)
Landscpae / Site Development
Luas parkiran
motor 15 m x 46.27 m = 694 m2.Pembagian area parkir dan jalan dibuat
menggunakan talud. Talud dibangun untuk memisahkan area yang berbeda
elevesinya, contohnya pada area parkiran motor dan mobil di bagian belakang
dibuat talud.
1)
Pekerjaan
Talud
Pembuatan Talud
dimulai dengan pembuatan Bowplank atau profil Talud, dan penggalian tanah untuk
pasangan batu talud.Profil talud dibuat dari kayu.
Pekerjaan
Pasangan batu talud dibuat dari pasangan batu karang, lebar atas talud 40 cm,
tinggi talud sesuai dengan keadaan muka tanah, begitupun lebar bawah talud
tidak menentu karena menyesuaikan dengan keadaan tanah, semakin dalam taludnya
maka semakin besar ukuran lebar bawah talud. Hal ini disebabkan karena keadaan
muka tanah yang bervariasi. Kemiringan talud menggunakan perbandingan 1 : 0.45
: 1.



Proses pembuatan profil talud profil yang telah jadi dan
siap dipasang


Proses
pemgerjaan Talud
2)
Lantai
Parkiran
Lantai
parkiran motor dibuat dari lantai beton,
besi yang digunakan dalam pembuatan lantai parkiran beton di pakai besi Wire
Mesh type M7. Diameter besi D7, jarak tulangan (spacing) 150 mm dan panjang
tulangan 540 cm dalam arah memanjang dan 210 cm dalam arah melebar.



Stok Wire Mesh type M7
Permukaan tanah
diberikan timbunan tanah putih setinggi 10 cm, dipadatkan kemudian di timbun
lagi dengan sirtu pasir setebal 15cm. Setelah permukaan tanah ditimbuni tanah
putih dan sirtu hingga rata maka dilanjutkan dengan pemasangan Wire Mesh di
atas timbunan yang akan dicor. Kemudian area yang telah terpasang Wire Mesh
akan disiram air agar tanah labih padat lagi dan tidak terjadi penurunan muka
tanah. Cetakan beton dibuat disetiap tepi bidang-bidang yang akan dicor.
Pengecoran lantai Parkir menggunakan beton dengan mutu beton K 275.Dengan
ketebalan campuran setebal 15 cm.

penumpukan
material sirtu urug di areal landscape

Proses pengersan timbunan menggunakan excavator


Pemasangan Wire Mash diatas areal landscape yang telah
dirug


Proses pengecoran lantai parkiran

Proses
pengecoran dengan Mutu beton K 275,
untuk 1 m3,
komposisi
material ; PC = 10 zak
Ps =
0.43 m3
Keriki l = 1 m3
≤ 3cm
Air = 220 liter
Untuk pekerjaan
1 m3 lantai beton, dibutuhkan material sebanyak :
Volume awal
sloof = P x l x t
= 1m x 1m x 0.15 m
= 0.5 m3
Angka keamanan = 25 % x 0.5 m3
= 0.125 m3
Angka keamanan
dimaksudkan sebagai cadangan ketika terjadi kekurangan akibat kejadian tidak
terduga seperti tumpah, kebocoran
bekisting, dll.
Jadi Volume Pile Cap = Volome awal + Angka keamanan
= 0.5 m3 + 0.125 m3
= 0.625 m3
Komposisi
Material =
PC ;
10 x 0.625 m3 = 6.25 zak
= Ps ; 0.43 x 0.625 m3 = 0.26 m3
= Kerikil ; 0.8 x
0.625 m3= 0.5 m3
=
Air ;
185 x 0.625 m3= 115.62 liter
BAB IV
PENGENDALIAN PROYEK
A. Pengertian
Umum
Pengendalian dalam bidang konstruksi menurut Nugraha
(1985) adalah membandingkan apa yang direncanakan dengan apa yang dilaksanakan.
Tujuan dari tahap pengendalian adalah untuk mendirikan suatu konstruksi
bangunan yang sesuai dengan apa yang sudah
direncanakan oleh konsultan perencana
dalam batasan biaya dan waktu
yang telah disepakati mutu dan kualitasnya.Perencanaan dan pengendalian proyek secara umum meliputi:
a)
Pengendalian alat
b)
Pengendalian bahan
c)
Pengendalian mutu
d)
Pengendalian waktu
e)
Pengendalian biaya
f)
Sistim pengendalian laporan
1
Pengendalian Alat
Sistem pengendalian alat adalah suatu sistem pengendalian
yang dirancang agar alat- alat yang digunakan untuk semua jenis pekerjaan dalam
proyek tersebut diharapkan sesuai dengan
perjanjian alat yang tertera dalam kontrak. Adapun tujuan lain dari sistem
pengendalian ini agar alat- alat yang digunakan tetap dalam keadaan baik dan
masih layak pakai.Alat– alat yang
digunakan dalam pelaksanaan proyek
tersebut adalah:
a. Alat transportasi: Dump Truck, mobil pick up
untuk mengangkut material atau bahan yang dibutuhkan dalam proses pekerjaan.
b. Alat berat : Excavator, Roller (alat pemadat), Dump
Truck, Concrete Mixer Truck, dan alat bor tanah.
c. Alat- alat pekerjaan beton: sendok campuran, skop,
selang plastik, waterpass, kereta pengangkut campuran, cangkul, setrika/bilah
perata, tali, dan unting-unting.
d. Alat
Pabrikasi :mesin profil, mesin gergaji, penjepit
paku keling, mesin gurinda dan mesin bor.
Cara pengendalian alat dilokasi proyek adalah setiap selesai
pekerjaan, alat- alat tersebut dibersihkan terlebih dahulu sebelum disimpan
ditempat penyimpanan alat.
2
Pengendalian Bahan
Bahan- bahan yang digunakan dalam proyek ini adalah bahan-
bahan yang sesuai dengan perjanjian kontrak yang telah disepakati, agar umur
dari proyek sesuai dengan yang direncanakan (tahan lama). Hal- hal yang harus diperhatikan dalam memilih bahan-
bahan yang digunakan adalah:
a. Kerikil
(Agregat Kasar)
Syarat-
syarat agregat kasar:
1) Agregrat kasar harus terdiri dari butiran- butiran keras
dan tidak berpori
2) Agregat kasar tidak boleh mengandung Lumpur lebih dari 1%
(ditentukan dari berat kering )
3) Agregat kasar tidak boleh mengandung zat- zat yang
merusak beton seperti zat- zat yang relatif alkali
b. Pasir
cor
Syarat-
syarat pasir:
1) Pasir harus terdiri dari butiran- butiran yang tajam,
keras
2) Pasir tidak boleh mengandung Lumpur yang lebih dari 5 %
(ditentukan dari berat kering )
3) Pasir harus terdiri dari butiran yang beraneka ragam
ukuran dan besarnya
4) Pasir tidak boleh mengandung zat- zat yang dapat merusak
beton
c. Air
Syarat-
syarat air
1) Air
tidak boleh mengandung minyak, asam, alkali, dan garam- garam yang dapat
merusak beton/ baja tulangan.
2) Air
harus bersih dan jernih
3) Air
tidak boleh berwarna, berasa serta berbau.
3
Pengendalian Mutu
Pengendalian
mutu dimaksudkan untuk mengarahkan pelaksanaan proyek sesuai dengan spesifikasi
teknis dan dokumen kontrak dan memastikan bahwa perencanaan telah memenuhi
syarat yang telah ditentukan. Ada tiga metode pengendalian mutu yang sering
dijumpai dalam proyek yaitu:
a. Pengecekan
dan Pengkajian
Hal ini dilakukan terhadap
gambar konstruksi dan perhitungan yaitu pembuatan maket dan perhitungan
yang berkaitan dengan masalah teknik. Tindakan tersebut dilakukan untuk
mengetahui bahwa kriteria, spesifikasi, dan standar yang ditentukan telah
terpenuhi.
1) Pemeriksaan
dan Uji Kemampuan Peralatan
Pekerjaan ini merupakan pemeriksaan
fisik termaksud menyaksikan dalam melakukan uji coba peralatan. Kegiatan
ini digolongkan menjadi beberapa hal yaitu:
a.
Pemeriksaan sewaktu menerima
material
b.
Pemeriksaan selama proses
pabrikasi berlangsung
c.
Pemeriksaan selama
pembangunan berlangsung
d.
Pemeriksaan akhir, yaitu
pemeriksaan dalam rangka penyelesaian Proyek secara fisik dan mekanik.
2) Pengujian
dan Pengambilan Contoh
Hal ini dimaksudkan untuk menguji apakah material yang
digunakan telah memenuhi syarat spesifikasi atau kriteria yang ditentukandengan
mutu beton K 250, sehingga pelaksanaan dilapangan menggunakan mutu beton
tersebut.
4
Pengendalian Waktu
Sistim
ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu pelaksanaan suatu proyek secara efektif
dan efesien guna memperlancar pelaksanaan proyek. Pengendalian waktu sering mengacu pada time
schedule atau jadwal pelaksanaan
kegiatan pada time schedule, antara perencanaan dan pelaksanaan sering tidak
selalu sama, kadang mengalami kemajuan pelaksanaan atau malah mengalami
keterlambatan. Keterlambatan dan kemajuan kegiatan banyak dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu kendala teknik, salah menafsirkan rencana kerja serta
keadaan cuaca/ iklim
Dalam
pelaksanaan pekerjaan, apabila jadwal pekerjaan
mengalami kemunduran maupun keterlambatan atau tidak sesuai dengan
target maka jalan lain atau solusi yang keterlambatan itu dilakukan dengan cara
penambahan tenaga kerja yang professional atau dengan melakukan kerja lembur.
Jumlah tenaga kerja disesuaikan dengan volume pekerjaan yang tertinggal
atau berdasarkan time schedule.
Kerja
lembur ini biasa dilakukan 2 jam atau lebih dan ini tergantung dengan volume
pekerjaan yang tertinggal. Jadwal pelaksanaan pekerjaan dalam satu hari lamanya
11 jam yang terhitung mulai dari pukul 07.00
sampai 17.00 WITA, dengan waktu istrahat selama 1 jam yaitu mulai dari pukul
12.00 sampai 13.00 WITA.
5
Pengendalian Biaya
Pengendalian
biaya adalah pengeluaran yang diadakan untuk pelaksanaan, operasi serta
pemeliharaan fisik proyek.Tujuan pengendalian biaya adalah untuk mengetahui
antara fungsi yang sesunggunya terhadap biaya yang dibutuhkan dan mengambil
keputusan- keputusan mengenai usaha yang perlu dilanjutkan.
Suatu perkiraan biaya akan kompleks jika mengandung
unsur- unsur berikut :
a. Biaya pengendalian material dan peralatan
b. Biaya
sub kontrak
c. Biaya
transportasi
d. Upah
tenaga kerja
e. Biaya
penyewaan dan pembelian peralatan
f. Laba.
Berdasarkan
waktu penggunaan peralatan dan tenaga kerja, maka pengendalian biaya di proyek
tersebut adalah dengan sistem harian.
6
Sistim Pengendalian Laporan
Pengendalian
Laporan adalah: Upaya mengedalikan secara terus menerus dan berkesinambungan
atas sebagian aspek penyelenggara proyek berupa harian, mingguan, dan bulanan.
Fungsi pengendalian laporan adalah:
a. Menjadi dasar untuk mengambil keputusan serta bahan
perencanaan berikutnya
b. Menjadi ukuran terhadap pelaksanaan rencana
c. Sebagai pertangung jawaban dari kontraktor kepada pemilik
proyek
d. Mencatat/ mendokumentasikan hal- hal yang terjadi
diproyek
Laporan
mengenai pelaksanaan suatu proyek dibagi atas beberapa macam yaitu:
1) Laporan
harian yang mencatat tentang:
a) Mobilisasi
bahan pada hari tersebut
b) Pekerjaan yang dilaksanakan pada hari tersebut
c) Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada hari tersebut
2) Jam Kerja Mingguan yang mencatat tentang
a) Alat
dan bahan yang digunakan dalam satu minggu
b) Tenaga kerja yang bekerja dalam satu minggu
c) Kemajuan fisik proyek selama satu minggu
3) Laporan
Bulanan mencatat tentang
a) Kemajuan fisik pekerjaan bulan lalu, bulan sekarang
dengan estimasi kemajuan untuk bulan berikutnya
b) Plot/ gabungan dari laporan kemajuan pekerjaan permiggu
c) Jumlah pembayaran yang telah direalsasikan
d) Daftar kondisi kerja, alat, bahan dan lainnya pada bulan
bersangkutan.
Data
lain-lain
1.
Kendala
yang ada pada saat berjalannya proyek
a) Cuaca
yang tidak mendukung karena memasuki musim hujan sehingga sedikit mengganggu
waktu kerja.
b) Kondisi
tanah yang keras dan berbatu mengakibatkan kerusakan pada mata bor (patah)
sehingga tidak dapat produksi secara maksimal.
c) Kekurangan alat bor akibat kerusakan yang terjadi karena
kondisi tanah berbatu sehingga subkont menarik pengoperasian alatnya
d) Angkutan material besi dari Jawa ke lokasi membutuhkan
waktu yg agak lama.
2.
Tindakan
yang dilakukan oleh pihak proyek untuk mengatasi kendala yang ada
a) Dengan
keadaan cuaca pada musim penghujan maka
dibuatkan tenda sementara bagi para pekerja pengeboran sehingga saat
hujan mereka tetap bekerja tanpa harus menunggu sampai hujan berhenti
b) Dilihat
dari keadaan tanah dan fisik bangunan maka mesin bor yang diperlukan lebih
banyak dan yang lebih bagus, sehingga dapat mengurangi kemacetan yang dialami
(mata bor patah dll).
c) Adanya
pengalihan pekerjaan tanpa harus menunggu tahapan pekerjaan awal yang
membutuhkan waktu yang relative lama
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dengan
Praktek Kerja Lapangan pada proyek peningkatan Perguruan Tinggi dengan jenis
pekerjaan Pembangunan Gedung Auditorium Universitas Nusa Cendana Kupang maka
Praktekan mengambil kesimpulan sebagai
berikut :
1. Pekerjaan
Pondasi dan Struktur pada pada
pembangunan gedung Auditorium Universitas Nusa Cendana kupang Merupakan
pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja yang profesional.
2. Keselamatan kerja dan mutu dari hasil pekerjaan sangat
diutamakan dalam proyek tersebut
3. Koordinasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam
perencanaan, pelaksanaan proyek konstruksi merupakan kunci utama untuk meraih kesuksesan sesuai
dengan tujuan.
4. Arti pentingnya manfaat Praktek Kerja Lapangan bagi
mahasiswa khususnya Teknik Bangunan adalah untuk dapat mengaplikasikan secara
langsung teori yang didapat di bangku kuliah pada prosedur pengelolaan dan
pelaksanaan proyek, khususnya proyek Pembangunan gedung Auditorium
Universitas Nusa
Cendana Kupang
B.
Saran
Setelah mengikuti dan meninjau Praktek
Kerja Lapangan (PKL) maka praktekan memberi saran sebagai berikut :
1. Mahasiswa sangat diharapkan untuk mengikuti praktek kerja
lapangan dengan memperhatikan setiap item pekerjaan dan mencatat hala-hal yang
penting yang diamati di lapangan.
2. Untuk
teman - teman mahasiswa praktekan selanjutnya (di tahun yang akan datang)
disarankan bagi yang mau paktek lapangan apabila program Mata Kuliah yang
lainnya sudah tidak banyak.
3. Bagi dosen pembimbing untuk mengontrol mahasiswa
bimbingannya minimal seminggu sekali.
AFTAR PUSTAKA
Denis
Lock. 1981. Menejemen Proyek.Jakarta
: Erlangga
Soeharto,
I. 1995. Manajemen Proyek. Jakarta.
Erlangga
Internet:
analisa pondasi bo pile.
diunduh: 19-11-2013 pukul 15.11
Terima kasih buat yang berkunjung ke blog saya.....
jangan lupa komentarnya ya................gbu
jangan lupa komentarnya ya................gbu






















....................////////////////////
BalasHapuskak bisa minta laporannya dalam format pdf atau doc. yang juga ada dokumentasi pembangunannya gak kak? mau dibuat sebagai tugas fondasi. kalo bisa kirim ke email --> tiekapark95@gmail.com
BalasHapusmakasih kaaak.
makasih .,., sangat bermanfaat .,, sukses teruss yach
BalasHapus